Showing posts with label Surat Dinas. Show all posts
Showing posts with label Surat Dinas. Show all posts

Sunday, January 15, 2017

ALENIA PEMBUKA SURAT

3.2.8.1 Alenia Pembuka

Pada postingan sebelumnya telah kami share tentang surat dinas, kop surat, penulisan tanggal, nomor surat, hal surat, lampiran surat, alamat tujuan surat, dan salam pembuka surat. pada kesempatan ini kami posting tentang alenia pembuka surat.

penulisan alenia pembuka surat

Dalam alenia pembuka dikemukakan permasalahan yang merupkan pengantar atau pendahuluan terhadap permasalahan pokok. Alenia ini berfungsi mengarahkan persoalan yang dingin disampaikan. Oleh sebab itu, alenia pembuka harus disajikan sedemikian rupa sehingga mampu menarik minat penerima surat untuk membacanya. Daya tarik itu muncul, salah satu diantaranya, bilamana kalimatnya tersusun benar, pemilihan katanya tepat, ejaannya benar, dan perwajahanya surat indah. Contohnya seperti berikut.

66) Dengan surat ini saya beri tahukan bahwa pada hari Senin, tanggal 10 Maret 1997 saya sakit.

67) Dengan ini kami beritahukan bahwa kiriman Saudara yang berupa Kamus Besar Bahasa Indonesia sudah kami terima dalam keadaan baik.

68) Dengan ini kami beri tahukan bahwa tanngal 1 – 20 Oktober 1997 diadakan penataran penyuluhan bahasa Indonesia.

Struktur kamiat (66) sudah benar. Bentuk itu merupakan kalimat majemuk bertingkat. Induk kalimatnya adalah dengan surat ini saya beri tahukan, sedangkan anak kalimatnya adalah bahwa pada hari Senin, tanggal 10 Maret 1997 saya sakit. Bentuk dengan surat ini pada induk kalimat berfungsi keterangan dan bentuk saya beritahukan berfungsi predikat. Bentuk bahwa pada anak kalimat berfungsi sebagai konjugsi subordinatif, bentuk pada hari Senin, tanggal 10 Maret 1997 berfunsi keterangan, saya berfunsi subjek, sakit berfungsi predikat. Penggunaan bentuk dengan surat ini sudah tepat karenan dengan surat yang dibuatnya pengirim surat memberitahukan sesuatu, yaitu tentang sakit dirinya. Ejaan kalimat (66) juga sudah benar. Kalimat (66) mengandung informasi pengantar atau pendahuluan yang sudah mengarah ke permasalahan pokok. Dalam hal ini, permasalahan pokok itu adalah permohonan izin ketidakhadiran seseorang.

Sama halnya dengan kalimat (66), struktur kalimat (67) juga sudah benar. Bentuk itu juga merupakan kalimat majemuk bertingkat. Induk kalimatnya adalah dengan ini kami beritahikam, sedangka anak laimatnua adalah bahwa kiriman Saudara uang berupa Kamus Besar Bahasa Indonesia sudah kami terima dalam keadaan yang baik. Bentuk dengan ini pada induk kalimat berfungsi sebagai konjungsi subordinatif, bentuk kiriman Saudara yang berupa Kamus Besar Bahasa Indonesia berfungsi sebagai objek, sudah kami terima sebagai predikat, dan bentuk dalam keadaan baik berfungsi sebagai keterangan. Karena huruf awal nama-nama buku sudah ditulis dengan huruf kapital, ejaan penulisan buku sudah benar. Disamping itu, penggunaan bentuk dalam keadaan baik pada kalimat (67) sudah benar karena kamus yang diterimanya tidak rusak. Kalimat (67) mengandung informasi pengantar atau informasi pendahuluan yang telah mengarah kepada permasalahan pokok. Permasalahan pokok itu adalah ucapan terimasih penerima kiriman.
Seperti halnya kalimat (66) dan (67), bentuk (68) merupakan kalimat majemuk bertingkat. Induk kalimatnya adalah dengan ini kami beri tahukan, sedangkan anak kalimatnya adalah bahwa pada tanggal 1-20 Oktober 1997 diadakan penataran penyuluhan bahasa Indonesia. Bentuk dengan ini pada induk kalimat berfunsi keterangan dan bentuk kami beri tahukan berfungsi predikat. Bentuk bahwa pada anak kalimat berfungsi sebagai konjungsi subordinatif, bentuk pada tanggal 1 – 20 Oktober 1997 berfungsi keterangan, bentuk diadakan berfungsi predikat, dan penataran penyuluhan bahasa Indonesia berfungsi subjek. Kalimat (68) mengandung informasi pengantar atau informasai pendahuluan yang mengarah kepada permasalahan pokok, yaitu tentang penawaran keikutsertaan calon peserta penyuluhan.

Bilamana surat yang diterbitkan oleh suatu instansi diperhatikan dengan seksama, ditemukan kalimat-kalimat yang lazim digunaka pada alenia pembuka yang masih salah. Contoh-contohnya seperti berikut.
69)*
Bersama ini kami beritahukan bahwa surat saudara no. 079/B.7/86 tertanggal 25 Nopember 1986 telah kami terima.
70)*
Bersama ini kami haturkan bahwa surat Saidara nomor 112/)A.5/85 tertanggal 10 Desember 1985 telah kami terima.
Bentuk (69) dan (70) merupakan dua buah kalimat permulaan alenia pembuka yang masih salah. Kesalahannya tidak terletak pada strukturnya, tetapi terletak pada pilihan kata dan ejaan kata-kata tertentu. Pemakaian bentuk bersama pada contoh (69) dan (70) tidak tepat. Karena memberitahukannya dengan surat itu, bentuk yang digunakan seharusnya dengan surat ini, sehingga bentuk bersama ini pada kedua contoh itu harus diganti dengan bentuk dengan surat ini. Penulisan bentuk beritahukan salah. Karena akhiran –kan melekat pada bentuk tahu, bentuk –kan bergabung dengan betuk tahu sehingga penulisan bentuk tahukan dipisah dengan bentuk beri. Penulisannya yang benar adalah beri tahukan. Huruf awal sapaan saudara pada kalimat (69) seharusnya ditulis dengan huruf kapital sehingga penulisan yang benar adalah Saudara. Pemakaian bentuk tertanggal pada kalimat (69) dan (70) belum tepat karena bentuk itu mengandung makna ‘bertanggal’. Jadi surat itu seolah-olah dibubuhi tanggal. Awalan ter- pada bentuk tertanggal sebaiknya dihilangkan sehingga bentuk itu menjadi tanggal. Penulisa bentuk November pada kalimat (69) salah karena yang benar November. Bentuk haturkan pada kalimat (70) sebaiknya diganti dengan bentuk beri tahukan karena bentuk haturkan bukan kata baku. Penulisan angka tahun sistem penomran pada kalimat di atas sebaiknya ditulis secara lengkap. Perbaikan kedua kalimat diatas sebagai berikut.
71)
Dengan surat ini kami berita hukan bahwa surat Saudara nomor 079/B.7/1986, tanggal 25 November 1986 telah kami terima.
72)
Dengan surat ini kami beri tahukan bahwa surat Saudara nomor 112/)A.5/1985 tanggal 10 Desember 1985 telah kami terima.
Berikut disajikan conoh-contoh kalimat permulaan alenia pembuka yang mengandung informasi pengantar yang mengarah ke permasalahan permohonan sesuatu.
73)
Dengan surat ini kami beritahukan untuk meningkatkan pengetahuan kebahasaan pegawai di lingkungan Kantor Wilayah Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Daerah Yogyakarta, kami akan menyelenggarakan penyuluhan bahasa Indonesia.
74)
Dengan surat ini kami beri tahukan bahwa dalam rangka menanggulangi penyalahgunaan narkotik, Kantor Wilayah Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Menyelenggaraakan Lomba Penciptaan Slogan untuk siswa SMU.
75)
Dengan ini kami beri tahukan bahwa dalam rangka memperingati Hari Radio ke-41, Radio Republik Inonesia Nusantara II Yogyakarta mulai tanggal 10 September sampai demgam 1 Oktober 1986 menyelenggarakan Lomba Membaca Berita untuk umum

Bentuk (73) adalah kamimat permulaan alinea pembuka yang mengandung informasi pengantar yang mengarah ke hal permohonan tenaga penyuluh bahasa Indonesia. Bentuk (74) dan (75) merupakan kalimat permulaan alenia pembuka yang mengandung informasi pengantar yang mengarah ke hal permohonan tenaga juri.
Apakah sebuah surat inas harus didahului dengan alenia pembuka? Jawabannya ialah bahwa sebuah surat dinas tidak harus didahului alenia pembuka. Karena selera orang berbeda-beda, ada orang yang menganggap bahwa alenia pembuka itu tidak pentint dan ada orang yang menganggap bahwa alinea pembuka itu penting.

Sumber: Buku surat dinas

Itulah yang bisa saya posting, mudah-mudahan bermanfaat.

Friday, January 13, 2017

SALAM PEMBUKA PADA SURAT DINAS

3.2.7 Salam Pembuka Surat Dinas

Pada postingan sebelumnya telah diposting beberapa tentang surat dinias, bagian-bagian surat dinas, penulisan tanggal, hal, dan lampiran surat dinas. Nah pada kesempatan ini saya akan postikan tentang salam pembuka pada surat dinas. Okey langsung saja sebagai berikut

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penulisan salam pembuka.
1.    Bentuk yang lazim digunakan sebagai salam pembuka adalah dengan hormat.
2.    Huruf awal pada kata dengan ditulis dengan huruf kapital.
3.    Penulisan bentuk dengan hormat diikuti tanda (,).
penulisan alenia pembuka pada surat dinas

Berkaitan dengan butur tiga itu, munculah pertanyaan. Mengapa tanda baca yang mengiktutinya adalah tanda koma? Kita mengetahui disamping tanda koma, ada tanda titik dua (:) dan ada tanda titik koma (;). Jawaban pertanyaan itu sebagai berikut. Tanda koma (,) mempunyai macam-macam fungsi. Salah satu fungsi dianataranya adalah memisahkan bentuk satu dengan bentuk yang lain. Contohnya tersaji di bawah ini,

61) Karena persyaratannya sudah lengkap, ia segera diangkat.
62) Atas perhatian Anda, saya mengucapkan terima kasih.
63) Pertama, ia seorang administrator.

Dengan contoh (61), (62), dan (63) itu diketahui bahwa fungsi tanda koma itu untuk memisahkan bentuk (a) dengan bentuk (b). Artinya, setelah tanda koma yang mengikutin bentuk (a) ditulis, masih ada bentuk yang lain (yaitu bentuk b) yang mengikutinya. Dengan menganalogikan terhadap masalah itu, diketahui, bahwa tanda baca yang mengikuti salam pembuka adalah tanda koma karena masih ada bentuk lain, yaitu isi surat, yang mengikuti tanda koma itu atau tanda koma itu untuk memisahkan salam pembuka itu dengan mentuk  yang mengikutinya.
4.    Bentuk salam pembuka pada margin kiri.
5.    Penulisan bentuk salam pembuka tidak menjorok ke dalam sebagai alenia baru.

Ada bentuk lain yang biasa digunakan sebagai salam pembuka di lingkunan tertentu, yaitu assalamualaikum. Bentuknya yang lengkap adalah assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh. Bentuknya yang disingkat adalah assalamualikum w. w.. Sapaan itu lazim digunakan di lingkunan Departemen Agama. Maknanya adalah ‘semoga keselamatan, rahmat, dan berkah Allah bagimu’.  Dengan menuliskan dalam pembuka, pengirim surat yang lazim disebut subyek surat tela menyampaikan rasa hormatnya terlebih dahulu sebelum ia menyampaikan isinya. 

64) Dengan hormat,

Bagian salam pembuka mengandung bentuk yang hampir sama dengan bentuk yang digunakan pada alamat tujuan. Pada salam pembuka digunakan bentuk dengan hormat, pada alamat tujuan digunakan yang terhormat. Hal itu dapat diartikan bahwa subyek surat (pengirim surat) telah memberikan penghormatan dua kali kepada objek surat (penerima surat). Penghormatan itu dapat menjadi tiga kali kika pada bagian salam pentutup digunakan bentuk-bentuk yang mengandung bentuk hormat, misalnya hormat kami atau hormat saya. Bilamana hal seperti itu terjadi, subyek surat telah memberikan penghormatan kepada objek surat secara agak berlebihan. Sebaiknya penghormatan seperti itu dihindarkan. Caranya dengan menghilangkan bagian salam pembuka atau menghilangkan bagian salam penutup.

Itulah yang bisa saya sharingkan pada kesempatan ini, mudah-mudahan bermanfaat

Sumber:
Buku Tentang Surat Dinas

Thursday, January 12, 2017

PENULISAN ALAMAT TUJUAN SURAT

3.2.6 Alamat Tujuan

Nah kalau sebelumnya kita telah membuat kop surat, tanggal, hal, lampiran surat kita lanjutkan ke postingan tentang penulisan alamat tujuan surat. Langsung saja...
penulisan alamt tujuan surat dinas


Kata alamat  dapat bermakna ‘nama orang atau tempat yang menjadi tujuan surat’, ‘nama dan tempat tinggal seseorang’, dam ‘ades’. Kata tujuan dapat bermakan ‘yang dituju’. Jadi, pengertian alamat tujuan adalah nama orang atau tempat tinggal yang dituju.
Alamat tujuan dibedakan menjadi dua, yaitu (1) alamat luar dan (2) alamat dalam.

3.2.6.1 Alamat luar

Yang dimaksud alamat luar adalah adrs yang ditulis pada sampul surat. Adres pada sampul surat berfungsi sebagai petunjuk dalam menyampaikan surat kepada orang yang berhak menerima surat. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penulisan alamat luar adalah sebagai berikut.
1.    Satuan yang terhormat disingkat Yth..
2.    Huruf awal pada singkatan Yth. ditulis dengan huruf kapital.
3.    Kata kepada tidak perlu dicantumkan.

Fungsi utama kata kepada adalah menghubungkan antarbagian kalimat. Untuk itu disajikan kalimat-kalimat sebagai berikut.
1.    Adik sedang menyerahkan surat kepada kakaknya di Solo
2.    Sebuah surat telah dikirimkan kepada neneknya di Solo.
3.    Mereka bersikap ramah kepada tamu-tamu putranya.
4.    Anak-anak itu memberikan salam kepada pemilik rumah.
5.    Kakak-kakakya bersikap sayang kepada adiknya yang terkecil

Kalimat (1)-(5) itu telah terbai menjadi dua bagian, yaitu bagian I dan bagian II. Bagian I dan II pada kalimat-kalimat itu dihubungkan dengan kata kepada. Itulah fungsi utama kata kepada. Oleh karena itu, pencantuman kata kepada pada alamat tujuan tidak tepat. Disamping itu, kata kepada bermakna ‘untuk’ dan bagian surat yang dibicarakan adalah alamat tujuan. Pengertiannya menjadi berlebihan jika kata kepada dicantumkan pada bagian itu. Ketidaktepatan itu bertambah jika pada pengirim surat dicantumkan kata dari.

4.    Sapaan ibu, bapak, saudara, dapat digunakan jika diikuti nama orang orang dan huruf awal sapaan-sapaan itu ditulis dengan hurif kapital.
5.    Gelar akademik dan pangkat dapat dicantumkan jika diikuti nama orang.
6.    Jika jabatan seseorang dicantumkan, kata sapaan tidak digunakan agar tidak adak kerancuan penulisan.
7.    Kata jalan jangan disingkat.
8.    Kata nomor yang lazim disingkat No. untuk nomor rumah atau bangunan tidak perlu dituliskan karena merupakan hal yang mubazir jika ditulis.
9.    Huruf awal nama kota ditulis dengan huruf kapital
10.    Kode pos ditulis setelah penulisan nama kota.
11.    Akhir baris-baris alamat tujuan tidak dibubuhkan tanda titik.
12.    Spasi baris-baris itu jangan dijarang-jarangkan.

Contoh-contohnya tersaji di bawah ini

48)
Yth. Kepala Balai Penelitian Bahasa
Jalan I Dewa Nyoman Oka 34
Yogyakarta 55224

49)
Yth. Kepala Kantor Wilayah Departemen
Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Daerah
Istimewa Yogyakarta
Jalan Cendana 9, Yogyakarta 55166

50)
Yth. Direktur Jendral Perkebunan
Jalan Letjen S. Parman 73
Jakarta 5114

Jika mau mengamati penulisan alamat tujuan dengan seksama, sampai saat ini kita masih menemukan penulisan, alamat tujuan yang belum benar. Contoh-contohnya seperti berikut.

51)*
Kepala Bali Penelitian Bahasa
Jalan I Dewa Nyoman Oka No. 34
Yogyakarta

52)*
Kapten Sugito
Jalan Barondong Garing 6.
Bandungan, SEMARANG 77669

Bilamana baris-baris pada alamat tujuan diamati dengan seksama, diketahui bahwa alamat tujuan sedikitnya terdiri dari atas tiga baris. Susunan baris alamat luar ialah (1) baris pertama, yang diisi bentuk Yth. yang diikuti kepala instansi yang dikirimi atau diikuti nama seseorang; (2) baris kedua, yang terdiri atas nama jalan, nomor rumah; dan (3) baris ketiga, yang berisi nama kota dan kode pos. Untuk nama kota, yang ditulis dengan huruf kapital adalah huruf awalnya. Bagannya seperti berikut

(1)    Baris pertama                Yth. ................................................
(2)    Baris kedua                Jalan .................................................
(3)    Baris ketiga (nama kota)        .............................................................

Bilamana ada surat yang dikirimkan kepada instansi tertentu yang isinya perlu diketahui oleh kepala bagian atau bidang atau kepala seksi pada instansi itu, karena pengurusannya perlu diselesaikan bagiann atau bidang atau seksi itu, pengiriman surat harus mencantumkan kata-kata untuk perhatian, yang lazim disingkat u.p. Contohnya sebagai berikut.

53)
Yth. Kepala Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa
u.p. Kepala Bidang Bahasa
Jalan Daksinapati Barat IV
Rawamangun, Jakarta 13220

54)
Yth. Kepala Kantor Wilayah Departemen Pendidikan dan Kebudayaan
Propinsi Daerah Istimewa Yogykarta
u.p. Kepala Bagian Pemerintahan
Jalan Cendana 9
Yogyakarta 55166

55)
Yth. Kepala Balai Penelitian Bahasa
u.p. Kepala Perpustakaan dan Dokumentasi
Jalan I Dewa Nyoman Oka 34
Yogyakarta 55224

Bilamana ada sebuah surat yang ditujukan kepada seseorang yang alamatnya tidak langsung kepadaya, dalam alamat tujuan digunakan dengan alamat yang lazim disingkat d.a. Contohnya sebagai berikut.

56)
Yth. Saudara Siti Rohana
d.a. Muhammas Ibrahim
Balai Penelitian Bahasa
Jalan I Dewa Nyoman Oka 34
Yogyakarta 55224

56)
Yth. Saudara Yona Sanjaya
d.a. Suryana Badra
Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa
Jalan Daksinapati Barat IV
Rawamangun, Jakarta 13220

3.2.6.2 Alamat Dalam
Alamat dalam adalah ades yang ditulis pada kertas surat. Fungsinya sebagai alat kontrol bagi penerima surat bahwa dirinya yang berhak menerima surat. Bagi pengirum surat, alamat dalam berfungsi untuk mengetahui kecocokan alamat yang dituju sewaktu pemroses surat dimasukan ke dalam amplop. Oleh sebab itu, penulisan alamat dalam dapat seperti penulisan alamat luar atau dengan tidak mencantumkan nama jalan ndan nomor rumah. Contohnya sebagai berikut.

59)
Yth. Kepala Balai Penelitian Bahasa
Jalan I Dewa Nyoman Oka 34
Yogyakarta 55224
Atau
Yth. Kepala Balai Penelitian Bahasa
di Yogyakarta

60)
Yth. Kepala Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa
Jalan Daksinapati Barat IV
Rawamangun, Jakarta 13220
Atau
Yth. Kepala Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa
Rawamangun, Jakarta 13220

Baca juga tentang:
* Aplikasi Amplop Surat berbasis microsoft excel

Sumber:
Postingan ini saya dapatkan atau ketik ulang dari buku surat dinas, semoga bermanfaat

Wednesday, January 11, 2017

PENULISAN NOMOR SURAT DAN LAMPIRAN

3.2.3 Nomor Surat

Bagian nomor surat berisi nomor surat yang terbit, kode surat, dan angka tahun jika angka tahun termasuk ke dalam sistem penomoran. Hal-hal lain yang perlu diperhatikan sebagai berikut.

penulisan nomor dan lampiran surat dinas

1. Kata yang harus digunakan ialah nomor karena merupakan bentuk baku.
2. Kata nomer tidak digunakan karena bukan bentuk baku
3. Huruf awal kata nomor ditulis dengan huruf kapital
4. Singkatan kata nomor adalah no. (dalam penggunaanya No.)
5. Angka tahun ditulis lengkap jika angka tahun itu merupakan bagian sistem penomoran.
6. Kata nomor diikuti tanda titik dua (:) tanpa di sela spasi
7. Demi kepraktisannya, nomor surat dibuat per tahun agar kumlah nomor urut relatif kecil.
8. Pada akhir baris tidak dibubuhkan tanda titik.
9. Baris itu tidak perlu digarisbawahi.
10. Spasinya tidak perlu di jarang-jarangkan


Contoh-contohnya sebagai berikut.
22) Nomor: 158/F8/1994
23) No.: 24/I.13.SMP.4/Um./1994


Samapai saat ini masih ditemukan penulisan nomor surat yang belum benar. Contoh-contohnya tersaju di bawah ini.
24) *Nomor : I.13.1/SMA.05/’88
25) *Nomer : 786/BI/1997
26) *No : 411.11/104
27) *Nom. : 137/I.13.1/SMP.17/C/’97


3.2.4 Lampiran Surat

Kata lampiran bermakan ‘tambahan’. Tambahan itu dapat berupa surat, kertas surat, fotokopi ijazah, salinan-salinan surat berharga, dan kuitansi. Lampiran adalah sesuatu yang ditambahkan pada surat yang dikirimkan. Kata lampiran harus dicantumkan jika surat yang diterbitkan dilampiri berkas atau surat lain. Bilamana kata lampiran sudah tercetak pada kertas surat dan surat yang diterbitkan tanpa lampiri sesuatu, bagian surat itu harus diisi dengan tanda yang menyatakan bahwa surat diterbitkan tanpa lampiran agar orang lain tidak mengisinya untuk mengacaukan permasalahan. Dalam hal ini, tanda yang umum untuk mengisi itu adalah tanda hubung (-). Contohnya seperti berikut.

28)
Nomor        : 67F1/1997
Lampiran    : -
Hal        : Undangan

29)
Nomor        : 17/B/1988
Lampiran    : -
Hal        : Pertemuan

Hal-hal lain yang perlu diperhatikan dalam penulisan lampiran ialah sebagai berikut:
1.    Huruf awal kata lampiran ditulis dengan huruf kapital.
2.    Singkatanya adalah Lamp.
3.    Jumlah yang dilampiran ditulus dengan huruf.
4.    Jika surat yang dikirimkan tidak dengan lampiran, kata lampiran tidak di tulis.
5.    Pada akhir baris tidak dibubuhkan tanda titik.
6.    Baris itu tidak dibubuhkan garis bawah.
7.    Spasinya tidak dijarang-jarangkan.
8.    Penulisan kata lampiran diikuti tanda titik dua.
9.    Antara tanda titik dua dan bentuk yang mendahuluinya tidak disela spasi, sedangkan tanda titik dua dengan bentuk yang mengikutinya disela spasi. (Tetapi biar rapi, mennyesuaikan dengan atasnya)

Contohnya seperti berikut.
30) Lampiran: Lima helai
31) Lampiran: Dua berkas
32) Lampiran: Empat bendel


Bilamana mau memperhatikan dengan seksama penulisan bagian lampiran surat, kita dapat menemukan sejumlah penulisan bagian lampiran surat yang belum benar. Contoh-contohnya seperti berikut.
33) *Lampiran: 3 (tiga) helai
34) *Lampiran: Dua (2) berkas
35) *Lampiran: 4 bendel


Postingan sebelumnya:
* Penulisan tanggal pada surat dinas
* Kop surat dinas
* Bagian - bagian surat
* Pengertian surat dinas

Demikian postingan pada kesempatan ini mudah-mudahan bermanfaat


Sunday, November 27, 2016

PENULISAN TANGGAL PADA SURAT DINAS

3.2.2 Tanggal Surat

Langsung saja kita ke postingan,
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penulisan tanggal surat.

Penulisan tanggal pada surat dinas
1.Bagian tanggal surat ditulis dua kali kaitan mesin ketik dari garis pemisah kepala surat dengan bagian surat lainya.

2. Kata tanggal tidak perlu ditulis

3. Nama tempat instansi tidak ditulis karena sudah tercantum pada kepala surat.
4. Angka tahun ditulis lengkap
Bilamana surat dibuat pada tanggal lima belas Maret tahun seribu sembilan ratus sembilan puluh tujuh, tanggal surat ditulis 15 Maret 1997. Mengapa angka tahun harus ditulis lengkap? Jawaban dari pertanyaan itu ialah bahwa nanati akan ada tahun 2097. Agar anak cucu kita mengetahui bahwa surat itu dibuat pada tahun 1997 bukan tahun 2097 angaka tahun surat harus ditulis lengkap.

5. Nama bulan ditulis dengan huruf.
Nama bulan yang ada adalah Januari, Februari, April, Mei, Juni, Juli, Agustus, September, Oktober, November, dan Desember. Bersasarkan konvensi, itulah nama-nama bulan. Penulisan harus cermat, terutama untuk nama bulan Februari dan November. Untuk nama kedua bulan itu, jangan digunakan kata Pebruari dan Nopember karena kedua kata itu bukan bentuk baku. Mengapa samapai ada kata Februari dan Pebruari serta November dan Nopember? Ceritanya sebagai berikut. Kita telah mengetahui bahwa kakek nenek kita umumnya belum berpendidikan tinggi. Oleh sebab itu, mereka belum dapat menggucapkan bunyi-bunyi (fenom) yang mereka anggapa masih bunyi asing, yaitu /f/ dan /v/. Kedua bunyi itu mereka ganti dengan bunyi miliknya, yaitu /p/. Karena kita sudah terpelajar dan bunyi /f/ dan /v/ milik kita, kedua bunyi itu harus kita gunakan. Artinya kita tidak perlu mengganti kedua bunyi itu seperti nenek dan kakek kita.

6. Penulisan bulan jangan di singkat.
Penulisan bulan Januari menjadi Jan. Dan Juni menjadi Jun. Merupakan hal yang salah. Penyingkatan seperti itu tidak boleh di kembangkan penggunaannya.
7. Pada akhir baris tidak dibubuhkan tanda titik.
8. Spasinya tidak dijarang-jarangkan.
9. Tidak perlu membubuhkan garis bawah.
10. Huruf awal nama buland ditulis dengan huruf kapital.

Contoh-contohnya seperti tersaji di bawah ini.
15) 18 Maret 1997
16) 10 Juli 1997
17) 22 November 1997

Sampai saat ini masih ditemukan penulisan bagian tanggal surat yang salah. Contoh-contohnya seperti berikut
18) *Tanggal 18 Maret 1992
19) *10 Juli ‘89
20) *17-05-1990
21) *18 A g u s t u s 1997

Itulah hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penulisan tanggal pada surat, semoga bermanfaat. Lihat postingan sebelumnya tentang KOP Surat.

Friday, November 25, 2016

KOP SURAT DINAS

Pada kesempatan ini, saya akan posting untuk mengisi blog tasadmin, yaitu tentang KOP SURAT atau Kepala Surat. Berikut ini tentang kop surat, langsung saja..

3.2.1 Kepala Surat

Kepala Surat disebut pula kop surat. Jenis, warna, dan besar kecilnya huruf yang digunakan untuk menulis kata-kata pada kepala surat biasanya sudah diatur oleh yang berwenang dengan aturan tertentu. Untuk itu, aturan-aturan semacam itu wajib dipatuhi. Karena kop surat umummnya telah tercetak pada kertas surat dan kliesnya juga perlu ada, pembuatannya harus dipikirkan dengan sebaik-baiknya. Salah satu segi yang perlu dipikirkan adalah bahasanya.


Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menyusun kepala surat.

1. Kepala surat sebaiknya disusun secara lengkap (lambang, nama instansi, alamat, nomor telepon,  nomor kotak pos, nomor faksimile (jika ada), alamat kawat (jika ada).

2. Nama instansi ditulis dengan huruf kapital (sesuai dengan aturan yang ada).

3. Huruf awal alamat, kotak pos, alamat kawat (jika ada), faksimile, dan telepon ditulis dengan huruf kapital kecuali kata tugas, misalnya dan dan dalam.

4. Nama instansi, kata jalan, kata telepon, kata faksimile, dan kata kotak pos jangan disingkat. Kata jalan misalnya jangan disingkat Jln. Atau Jl., atau Jaln.

5. Jangan digunakan bentuk p.o. bos atau post office box untuk menuliskan kotak pos dan jangan digunakan bentuk cable address untuk menuliskan alamat kawat.

6. Kata telepon dan kotak pos (dan yang lain) diikuti nomor tanpa diikuti tanda titik dua (:) sedangkan angka yang mengikutinya tidak dipisahkan oleh tanda titik (.) setiap tiga angka.

7. Dalam alamat jangan disisipkan sarana yang dimiliki kantor, misalnua telepon.

Berkaitan dengan butir (5), (6), dan (7), munculah pertanyaan mengapa seperti itu.
Berkenaan dengan butir (5), bentuk-bentuk p.o. box atau post office box dan cable address disarankan untuk tidak digunakan kerena bentuk-bentuk itu merupakan kata asing yang sudah ada padanannya dalam bahasa Indonesia.
Berkaitan dengan butir (6), penulisan kata telepon dan kotak pos tidak diikuti tanda titik dua (:) karena angka yang mengikutinya bukan rincian. Angka-angka itu (dalam hal ini nomor telepon dan kotak pos) tidak dipisahkan dengan tanda titik setiap tiga angka karena angka-angka itu bukan merupakan jumah.
Berkaitan dengan butir (7) penjelasannya sebagai berikut. Sampai saat ini masih banyak ditemukan penulisan alamat dalam kop surat yang belum benar. Contohnya seperti berikut.

1) *Jalan Cendana 9 Telepon: 2515 Yogyakarta
2) *Jalan I Dewa Nyman Oka 34, Telepon 562070 Yogyakarta 55224
3) * Jalan Wardani No. 2 Telp. 5359 Yogyakarta 55224


Berdasarkan konvensi, untuk alamat adalah (1) nama jalan, (2) nomor bangunan, (3) nama kota, dan (4) kode pos. Oleh sebab itu, sarana telepon sesungguhnya tidak termasuk ke dalam unsur alamat. Misalnya ada pertanyaan, Alamatmu di mana? Jawaban pertanyaan itu ialah bahwa alamat saya di Jalan I Dewa Nyoman Oka 36, Yogyakarta 55224, misalnya. Jika sebuah kantor mempunyai sarana telepon ditulis di belakang nomor kode pos dan dengan kode itu dipisahkan dengan tanda koma. Jadi, perbaikan kegita contoh alamat pada kop surat itu sebagai berikut:

4) Jalan Cendana 9, Yogyakarta 55166, Tepelon 2515
5) Jalan I Dewa Nyoman Oka 34, Yogyakarta 55244, Telepon 52070
6) Jalan Wardani 2, Yogyakarta 55224, Telepon 5359

Bagian kepala surat dengan bagian pembukaan (khusus tanggal surat dan nomor surat) dipisahkan dengan garis horizontal. Garis itu berfungsi sebagai pangkal pijakan penghitungan spasi waku pengetikan surat.
CONTOH KOP SURAT DINAS

Contoh kepala surat (7) dan (8) itu sudah baik karena tata tulisannya sudah benar. Seperti pada contoh (8), alamat instansi dan sarana telepon dapat ditulis dengan kapital. Huruf kapital yang digunakan untuk menulisakan alamat pada kop surat harus berukuran kecil.

Kata jalan pada contoh (9) jangan disingkat Jl., tetapi harus ditulis lengkap, yaitu jalan. Singkatan kata nomor, yaitu No. Tidak perlu ditulis karena hal itu merubakan mubazir. Orang sudah mengetahui bahwa angka yang mengikuti nama jalan pada alamat merupakan nomor urut bangunan yang ada si jalan itu. Penulisan nama kota Rembang dipisahakan dengan tanda koma.

Itullah sekilas tentang kop surat dinas, semoga bisa membuat kop surat dinas yang bagus dan benar. Baca juga postingan seblumnya tentang bagian-bagian surat. Semoga bermanfaat

Thursday, November 24, 2016

BAGIAN - BAGIAN SURAT

Pada postingan sebelumnya adalah tentang pengertian suarat dinas, selanjutnya kita postingan bagian-bagian surat pada postingan kali ini. Langsung saja. →


3.2 Bagian-bagian Surat

Sebuah surat tertiri dari bagian-bagian surat. Penempatan bagian-bagian itu berhubungan dengan bentuk surat yang digunakan. Artinya, jika bagian-bagian surat itu diletakan pada margin kiri, terbentuklah bentuk lurus. Jika bagian-bagian surat itu tidak diletakan pada margin kiri, dapat berbentuk surat setengah lurus atau bentuk Indonesia baru.

Surat terdiri atas beberapa bagian, yaitu (a) kepala surat; (b) pembukaan, yang meliputi nomor surat, lampiran, perihal atau hal, tanggal, alamat dalam, dan salam pembuka; (c) isi surat atau tubuh surat; dan (d) penutup, yang meliputi salam penutup, tanda tangan, nama terang, jabatan, tembusan, dan inisial (Sumantri, 1978:19 dan Sudaryono, 1983:31). Dari pembagian itu, diketahui bahwa bagian-bagian surat seperti berikut:
  1. Kepala Surat
  2. Tanggal Surat
  3. Nomor Surat
  4. Lampiran
  5. Hal atau Perihal Surat
  6. Alamat Tujuan
  7. Salam Pembuka
  8. Isi
  9. Salam Penutup
  10. Pengirim Surat
  11. Tembusan
  12. Inisial
Selanjutnya, bagian-bagian surat itu dibicarakan satu persatu di bawah ini. (Lihat Postingan Berikutnya) yaitu KOP Surat. Demikan postingan ini, semoga bisa menambah pengetahuan tentang bagian-bagian surat. Postingan ini saya ketik atau mengutip da buku tentang surat dinas

PENGERTIAN SURAT DINAS

3. PENGERTIAN SURAT DINAS DAN BAGIAN-BAGIANNYA


3.1 Pengertian Surat Dinas
Pembedaan surat menjadi surat dinas atau surat resmi atau surat jabatan, surat niaga atau surat perniagaan, surat pribadi atau surat keluarga berdasarkan isinya telah dilakukan oleh para ahli ( Ahmad, 1980:23), (Sumantri, 1978:10), (Panji, 1978:10), dan (Sudaryono, 1983:34).
Sebenarnya surat dinas berbeda dengan surat resmi, tetapi karena sebgaian besar surat dinas bersifat resmi, surat dinas disamakan dengan surat resmi (Sudaryono, 1983:34).  Arti kata dinas diantaranya ialah (1) jawatan, dan (2) (segala sesuatu) mengenai atu berhubungan dengan jawatan, bukan partikelir; sedangkan kata resmi di antaranya ialah sah dari pemerihtah atau dari yang berwajib; yang ditetapkan (diumumkan, disahkan) oleh pemerintah atau jawatan yang bersangkutan (Poerwadarminta, 1976:251). Dengan batasan itu dapat diketahui bahwa arti kata dinas tidak jauh berbeda dengan kata remsi. Hal itu dapat memperkuat pendapat bahwa surat dinas sama dengan surat resmi.
Sudaryono (1983:34) merumuskan bahwa yang dimaksud surat pribadi ialah sekalian surat yang berisi masalah pribadi penulis, baik yang ditujukan kepada keluarga maupun yang ditujukan kepada instansi tertentu; sedangkan yang dimaksud surat dinas adalah sekalian surat yang berisi masalah kedinasan atau pemerintahan. Yang dimaksud surat niaga adalah sekalian surat yang berisi masalah bisnis atau perniagaan. 

Dalam perkembangannya tampak bahwa penerbit surat dinas tidak hanya instansi pemerintah. Dari urusan kedinasan biasanya ditemukan surat izin untuk tidak dapat masuk kerja. Surat semacam itu tidak semata-mata mengutarakan masalah pribadi, tetapi lebih cenderung berisi masalah kedinasan sebab pembuat atau penerbit surat itu adalah seorang pegawai, masalah yang dikemukaan dalam surat itu berkaitan dengan pekerjaan, dan pengajuan izin semacam itu didasari undang-undang. Pembuat atau penerbitan surat itu bukan instansi pemerintah, tetapi perlu diingat bahwa sebuah surat dapat disebut dinas atau bukan surat dinas harus dilihat isinya bukan penerbitnya. Jadi seseorang kadang-kadang juga membuat surat dinas.

Ciri kedinasan sebuah surat tidak semata-mata ditentukan oleh isinya, tetapi juga bentuk surat dengan segala formalitasnya, misalnya kop surat, bagian surat, nomor surat, bahasa surat, dan cap dinas turut mendukung kedinasan sebuah surat.

Dengan uraian di atas, diketahui bahwa (1) surat dinas ialah surat yang berisi permasalahan kedinasan, (2) surat dinas sama dengan surat resmi, (3) Pembuat atau penerbit surat dinas dapat instansi pemerintah dan dapat pula perseorangan.

Sumber: Buku Surat Dinas

Sunday, June 19, 2016

MEMBUAT SURAT PENGANTAR.

Kembali lagi dengan postingan di blog tasADMIN. Pada kesempatan ini saya akan memposting tentang surat pengantar dan contohnya. Pada postingan sebelumnya telah diposting tentang surat keterangan. Sebagai tenaga administrasi tentunya pernah membuat surat pengantar, contohnya surat pengantar laporan pertanggungjawaban keuangan atupun surat pengantar lainnya. Untuk Sekolah mungkin tidak banyak membuat surat pengantar, karena surat pengantar biasamya dibuat untuk menyampaikan surat edaran, ataupun surat keputusan dari lembaga atau instansi atasan seperti Bupati, Dinas, Kementrian, dll.
tulisan surat pengantar

Kata pengantar dibentuk dari kata dasar antar dan awalan peN-. Kata pengantar bermakna:
  1. Orang yang mengantarkan;
  2. Alat untuk mengantar;
  3. Pendahuluan umum secara ringkas sebagai pendaguluan (isi buku, ceramah)

Surat pengantar berfungsi mengantarkan sesuatu. Sesuatu yang diantarakan dapat berupa barang, buku, surat, dan berkas yang lain. Surat pengantar itu dan barang yang diantarkan seperti orang yang berjalan beriringan. Ada bentuk tertentu yang sangat lazim digunakan dalam surat pengantar (yang bukan berbentuk balngko). Bentuk tertentu itu adalah bersama ini atau bersama surat ini. Penggunaannya sebagai berikut.

1. Bersama surat ini kami kirimkan surat tugas atas nama Dra. Ratna Indriani yang Saudara kirimkan beberapa hari yang lalu.

2. Karena siswa-siswi Saudara banyak yang berminat memiliki Lembar Komunikasi, bersama ini kami kirimkan Lembar Komunikasi edisi terakhir.

3. Bersama ini kami sampaikan surat edaran Menteri Pendidkan dan Kebudayaan nomor 37/MPK/1993, tanggal 27 Februari 1993 tentang pekerjaan jasa cetak dokumen pendidikan.

4. Dengan hormat, bersama ini kami sampaikan fotokopi surat Kepala Biro Perlengkapan  Setjen Depedikbud tanggal 12 Juni 1992, nomor 31870/A4/F/1992 agar surat itu diketahui dan dipedomanii dalam pembuatan kebijaksanaan.

5. Berkaitan dengan surat dari Direktur Utama PT Ngestimulya tanggal 23 Mei 1993, nomor 10/NM/V/1992 dan surat dari Direktur Utama PT Bayu Adji Utama tanggal 25 Mei 1992 nomor 49/BA/1992, perihal penawaran perumahan, bersama ini kami sampaikan fotokopi brosur penawaran perumahan yang terletak di dusun Sidorejo, Ngestiharjo, Kasihan, Bantul dan perumahan Naga Asri Permai di Kwarasan, Nogotirto, Gamping, Sleman.

Dalam contoh kalimat 1 dan 2, digunakan bentuk kami kirimkan dan dalam contoh kalimat 3,4,dan 5 digunakan bentuk kami sampaikan. Karena kata mengirimkan bermakna menyampaikan dan kata menyampaikan dapat bermakna mengirimkan, bentuk  kami kirimkan dan kami sampaikan merupakan sinonim, yaitu dua bentuk yang bermakna sama. Oleh sebab itu, kedua bentuk itu dapat digunakan.

Sesudah mengirimkan sesuatu, subjek surat (pengirim surat) lazim mempunyai harapan-harapan tertentu yang berkaitan dengan pengirimannya. Harapan-harapan semacam itu dapat dituangkan dalam kalimat pentutup surat pengantar seperti berikut ini.
  1. Semoga buku-buku itu dapat melengkapi perpustakaan Saudara.
  2. Mudah-mudahan buku-buku itu bermanfaat.
  3. Mudah-mudahan edaran itu dapat dipedomankan.
  4. Atas perhatian Saudara, kami ucapkan terima kasih.

Dan berikut ini adalah contoh surat pengantar.
(belum tersedia)

Demikanlah tentang surat pengantar dengan contohnya, semoga dapat berguna. Terima kasih telah mengunjugi blog ini, semoga bermanfaaat.

Referensi / Source
Buku Bahasa Surat Dinas

Wednesday, June 8, 2016

CONTOH SURAT KETERANGAN

Sebagai operator sekolah ataupun tenaga administrasi ada kalanya kita membuat surat keterangan seperti surat keterangan siswa, keterangan pegawai / guru, ataupun keterangan lainnya. Secara teoritis akan saya coba rangkum dari buku yang saya baca tentang surat keterangan. Untuk itu langsung saja kita bersama belajar tentang surat keterangan.
contoh tentang surat keterangan

Kata keterangan dibentuk dari bentuk dasar terang dan imbuhan ke-an. Kata keterangan bermakna:
  1. Uraian untuk menerangkan sesatu atau penjelasan;
  2. Sesuatu yang menjadi petunjuk, seperti bukti-bukti atau segala sesuatu yang sudah diketahui atau menyebabkan tahu;
  3. Kata atau kelompok kata yang menerangkan kata atau bagian kalimat lain. 
Contoh penggunaan dalam kalimat sebagai berikut:
  • Kartu tanda pengenal di sakunya merupakan keterangan yang cukup berharga.
  • Kalimat permulaan surat keterangan dapat berbentuk sebagai berikut ini.

Kami, kepala SMP Tasadmin menerangkan bahwa
nama: Masinggih
jabatan: tenaga administrasi
alamat: Jalan Tentara Pelajar 1, Yogyakarta,
benar-benar tenaga administrasi yang bekerja sejak tahun 2011 sampai sekarang.

Dari contoh diatas perlu dijelaskan bahwa jika kata bahwa tidak diikuti dengan titik dua (:), maka huruf n, j, a pada nama, jabatan, dan alamat ditulis dengan huruf kecil (bukan kapital).

Contoh lainnya:
Dengan surat ini kami menerangkan bahwa saudara Masinggih, lahir di Purworejo, 17 Agustus 1992, beralamat di Sumbersari RT.01 RW.02, Purworejo menjadi pegawai tidak tetap di instansi kami terhitung mulai tanggal 18 Agustus 2011.

Kalimat pentutup surat keterangan dapat bersifat umum dan khusus. Kedua sifat  ini menggandung kebaikan dan keburukan. Berikut ini kalimat pentutup yang terdapat pada surat keterangan:
  1. Surat keterangan ini diterbitkan agar dapat digunakan seperlunya.
  2. Surat keterangan ini kami buat agar digunakan semestinya.
  3. Surat keterangan ini kami berikan agar padat dipergunakan sebagaimana mestinya.
  4. Surat keterangan ini dibuat dengan sebenarnya agar dapat digunakan seperlunya.

Contoh diatas merupakan surat keterangan yang bersifat umum.
Kebaikannya:
1. Surat keterangan ini dapat digunakan untuk mengurus beberapa keperluan.
2. Dalam pembuatanya terjadi beberapa pengiritan, misalnya pengiritan kertas, pikiran, dan tenaga.
Keburukan:
1. Penanggung jawab surat berkesan kurang teliti dalam pembuatan surat yang menjadi tanggung jawabnya.
2. Potensi disalahgunakan cukup besar.
3. Surat keterangan tersebut berpotensi untuk mengubah pikiran orang ke arah pikiran yang tidak baik.

Dan berikut ini contoh kalimat penutup surat keterangan bersifat khusus.
1. Surat keterangn ini dibuat untuk melengkapi angka kredit komulatif.
2. Surat keterangan ini dibuat untuk melengkapi berkas pengambilan kridit perumahan.

Kebaikian penutup surat keterangan bersifat khusus:
1. Surat keterangan itu hanya dapat digunakan unuk satu keperluan.
2. Tidak terjadi pemborosan tenaga, pikiran, dan kertas.

Bentuk surat keterangan ada yang berbeda dengan bentuk surat dinas pada umumnya. Ada surat keterangan yang berjudul. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penyusunan bentuk surat keterangan yang berjudul.

  1. Judulnya berbunyi surat keterangan.
  2. Judul ditulis dengan huruf kapital.
  3. Judul itu diposisikan di tengah secara simetrik kanan kirinya.
  4. Judul berjalan dua kait dari garis kop surat.
  5. Judul tidak digarisbawahi
  6. Nomor surat dituliskan dibawah judul.
  7. Tanggal surat dituliskan dibawah kakan bawah diatas pengirim surat dan nama kota tidak dicantumkan pada bagian tanggal itu. (Ini versi buku yang saya baca, namun umumnya yang saya temukan ada nama kotanya, tidak dicantumkan nama kota juga ada beberapa alasan misalnya nama kota sudah ada pada kop surat, sehinga terjadi pemborosan).

Berikut ini adalah contoh surat keterangan:


DEPARTEMEN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
PUSAT PEMBINAAN DAN PENGEMBANGAN BAHASA
BALAI PENELITAIAN BAHASA
JALAN I DEWA NYOMAN OKA 34, YOGYAKARTA 55224
TELEPON (0275) 33333, 3344444, FAKSIMILE 580667
__________________________________________________________________________

SURAT KETERANGAN
Nomor: 079/FF/1995

Yang bertanda tangan di bawah ini Kepala Balai Pebelitian Bahasa di Yogyakarta, Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, dengan ini merangkan bahwa

nama         : Sujarwo,
NIP           : 123399220,
pangkat     : Pengatur Muda,
golongan    : IIa,
alamatnya  : Tempuran, Kampung, Ngawean, Gunungkidul,

adalah karyawan Balai Penelitian Bahasa di Yogyakarta dan ia bertempat tinggal di Jalan I Dewa Nyoman Oka 34, Yogyakarta 55224.

Surat keterangan ini dibuat untuk perluan pengambilan hadian "Batangan Cangkriman Kandha Rahardja".

12 Maret 1995
Kepala,

ttd.

Drs. Suwadji
NIP 9983949374937308

Demikianlah contoh surat keterangan dengan sedikit penjelasan singkat yang saya dapatkan dari buku yang berjdudul Bahasa Surat Dinas. Semoga bermanfaat

Referensi / Source:
Buku Macam Surat Dinas

Sunday, May 22, 2016

CONTOH UNDANGAN PENGAMBILAN RAPORT

Pada kesempatan ini saya akan sharing tentang undangan pengambilan raport. Kita tahu bahwa raport diberikan setiap semester (6 bulan). Raport adalah laporan hasil belajar siswa untuk mengetahui sejauh mana siswa dapat menyerap pelajaran. Raport digunakan juga sebagai bentuk laporan Guru dalam hal ini sekolah kepada Orang Tua / Wali Siswa. Raport sebaiknya diambil sendiri oleh Orang Tua / Wali Siswa. Untuk itu sekolah membuat surat undangan. Surat undangan pengambilan raport harus dibuat dengan baik agar orang tua bisa hadir untuk acara tersebut. Berikut ini saya posting surat undangan pengambilan raport di tempat saya bekerja. Identitas sengaja kami rahasiakan agar lebih etis.

ILUSTRASI UNDANGAN PENGAMBILAN RAPORT


PEMERINTAH KABUPATEN GEMAH RIPAH
DINAS PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, PEMUDA DAN OLAHRGA
UPT DIKBUDPORA KECAMATAN GEMAH RIPAH
SD TUT WURI HANDAYANI
Jalan Kebagusan, Sumberberkah,  Gemahripah  54114
Telepon 0271 320000, Laman: www.tasadmin.blogspot.com
____________________________________________________________________
16 Desember 2015
Nomor    : 005/099/2016
Hal          : Undangan penyerahan raport

Kepada :
Yth. Orang tua/Wali siswa
Kelas I - VI
SD Tut Wuri Handayani
di Gemahripah


Mengharap dengan hormat kehadiran Bapak/Ibu pada:
    hari, tanggal    : Sabtu, 19 Desember 2015
    waktu             : 09.00 WIB
    tempat            : Ruang kelas SD Tut Wuri Handayani
    keperluan       : Penyerahan Laporan Hasil Belajar Siswa (Raport)
                            Semester 1 Tahun Pelajaran 2015/2016
Mengingat pentingnya acara pernyerahan hasil belajar siswa ini, kami berharap tidak mewakilkan dan hadir tepat waktu.
Demikian, atas perhatian Bapak/Ibu kami mengucapkan terima kasih.
               

Kepala Sekolah




Nama Kepala Sekolah., MM.Pd.
NIP 19600101 199101 2 001

Demikianlah contoh undangan pengambilan raport yang masih sangat sederhana, dan munkin ada beberapa aturan tentang surat dinas yang belum benar. Biasanya bersama surat undangan ini di sampakaikan juga tentang libur semester. Itulah yang dapat kami posting semoga bermanfaat.