Showing posts with label Keuangan. Show all posts
Showing posts with label Keuangan. Show all posts

Saturday, November 5, 2016

PENATA USAHAAN DANA PENDIDIKAN BERBASIS AKRUAL

Pada kesempatan ini saya akan share materi sosialisasi pengelolaan dana pendidikan di sekolah berbasis akrual. File ini merupakan file power point yang saya dapatkan dari Bendahara BOS. Sekalian untuk belajar saya posting melalui blog ini. Mari kita lanjutkan.

PENATAUSAHAAN DANA PENDIDIKAN DI ERA AKUNTANSI BERBASIS AKRUAL
Menindaklanjuti Rekomendasi BPK RI ................, Agustus 2016

GAMBARAN UMUM AKUNTANSI BERBASIS AKRUAL

gambaran umum akutansi berbasis akrual

LAPORAN KEUANGAN POKOK Berdasarkan PP No. 71 Tahun 2010
Kelompok Laporan Pelaksanaan Anggaran
  • Laporan Realisasi Anggaran (LRA)
  • Laporan Perubahan Saldo Anggaran Lebih (LPSAL)

Kelompok Laporan Finansial
  • Laporan Operasional (LO)
  • Laporan Perubahan Ekuitas (LPE)
  • Neraca
  • Laporan Arus Kas (LAK)

Kelompok Catatan atas Laporan Keuangan
  • Catatan atas Laporan Keuangan (CaLK
BASIS KAS
  • Basis akuntansi yang mengakui pengaruh transaksi dan peristiwa lainnya pada saat kas atau setara kas diterima atau dibayar
  • Basis Kas diterapkan untuk pengakuan Pendapatan-LRA, Belanja, dan Pembiayaan

BASIS AKRUAL
  • Basis akuntansi yang mengakui pengaruh transaksi dan peristiwa lainnya pada saat transaksi dan peristiwa itu terjadi, tanpa memperhatikan saat kas atau setara kas diterima atau dibayar
  • Basis akrual diterapkan untuk pengakuan Pendapatan-LO, Beban, Aset, Kewajiban, dan Ekuitas

PENDAPATAN-LO
  • Tidak selalu berdasarkan penerimaan kas
  • Penerbitan dokumen yang  telah menimbulkan hak bagi pemerintah dipakai  sebagai dasar untuk mengakui Pendapatan pada tahun berjalan dan pengakuan atas Piutangnya
BEBAN
  • Tidak selalu berdasarkan pengeluaran kas tetapi juga diakui pada saat timbulnya kewajiban, terjadinya konsumsi aset, dan terjadinya penurunan manfaat ekonomi dan potensi jasa

BASIS AKUNTANSI PADA LAPORAN KEUANGAN

Akrual
Laporan Operasional (LO)
Neraca
Laporan Perubahan Ekuitas (LPE)

Kas
Laporan Realisasi Anggaran (LRA)
Laporan Perubahan SAL (LPSAL)
Laporan Arus Kas (LAK)



HUBUNGAN ANTAR KOMPONEN LAPORAN KEUANGAN
Laporan Pelaksanaan Anggaran :
SAL/SiLPA (tahun berjalan) pada LRA akan dimasukkan ke dalam LPSAL untuk menambah saldo SAL/SiLPA (awal)
lra laporan realisasi anggaran

HUBUNGAN ANTAR KOMPONEN LAPORAN KEUANGAN
Laporan  Finansial :
Saldo Surplus/Defisit pada LO akan menambah/mengurangi saldo Ekuitas pada LPE
Saldo akhir Ekuitas pada LPE akan terbawa ke Neraca

neraca akrual

Bagaimana dengan penerapan akuntansi berbasis akrual di satuan pendidikan?
Mengingat Sekolah merupakan bagian dari Entitas Dinas Pendidkan yang memerlukan dana APBD, maka penatausahaan keuangan sekolah mengikuti ketentuan yang berlaku umum pada pengelolaan keuangan daerah.

Bagaimana dengan dana yang berasal dari Komite, DIPA Kementerian Pendidikan maupun dana Hibah seperti BOS?
Dana Komite maupun DIPA Kementerian baru menjadi Hak Sekolah/Pemda sepanjang telah dilakukan Serah Terima atas BMD yang berasal dari dana tersebut

Dana Hibah terutama BOS diberikan dalam bentuk uang, maka sejak menerima uang tersebut telah diakui dan dicatat sebagai penerimaan sekolah.

Apakah Pemerintah Daerah juga mengakui dan mencatat hal yang sama??
Mari kita cermati Fatwa dari Komite Standar Akuntansi Pemerintahan (KSAP) yang menjawab permintaan penjelasan Sekretaris Daerah Provinsi Bali atas  Penganggaran dan Pengakuan Dana BOS

 Fatwa dari Komite Standar Akuntansi Pemerintahan (KSAP)
Dalam praktik tidak semua pendapatan dalam bentuk kas diterima pada RKUN/RKUD, terdapat pendapatan kas yang diterima oleh entitas selain Bendahara Umum Negara/Daerah (BUN/BUD), bahkan ada yang langsung digunakan oleh Satuan Kerja (Satker)/Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).
Beberapa praktik terkait dengan
penerimaan pendapatan yaitu:

3. Pendapatan kas diterima dan digunakan langsung oleh SKPD tanpa terlebih dahulu disetor ke RKUD serta tidak dilaporkan ke BUD.
Pada kondisi ini, pendapatan diterima langsung dan digunakan untuk operasional entitas penerima tanpa terlebih dahulu disetor ke RKUD dan tidak dilaporkan kepada BUD.
Contoh:Hibah langsung dana yang diterima oleh suatu satuan kerja yang menjadi bagian dari entitas pelaporan yang kemudian langsung digunakan tanpa disetorkan ke RKUN/RKUD.

Tujuan penyajian laporan keuangan pemerintah sebagaimana disebutkan dalam Paragraf 9 PSAP 01 huruf c dan e adalah: untuk menyajikan informasi yang berguna untuk pengambilan keputusan dan untuk menunjukkan akuntabilitas entitas pelaporan atas sumber daya yang dipercayakan kepadanya, dengan:
  1. pada huruf c; menyediakan informasi mengenai sumber, alokasi, dan penggunaan sumber daya ekonomi;
  2. pada huruf e; menyediakan informasi mengenai cara entitas pelaporan mendanai aktivitas dan memenuhi kebutuhan kas.
Sejalan dengan tujuan pelaporan keuangan tersebut, maka seluruh pendapatan yang berbentuk kas wajib disajikan sebagai bagian sumber daya kas oleh entitas yang menggunakannya.


Pengakuan Pendapatan Hibah Basis  Akrual
(Bultek 13 Akuntansi Hibah)
Pengakuan pendapatan pada akuntansi berbasis akrual terjadi pada saat hak pemerintah  timbul yang akan menambah ekuitas dalam periode tahun anggaran berjalan serta tidak  perlu dibayar kembali.
Pendapatan hibah berbasis akrual diakui pada saat:
  1.  Pendapatan tersebut dapat diidentifikasi secara spesifik;
  2. Besar kemungkinan bahwa sumber daya tersebut dapat ditagih; dan
  3.  Jumlahnya dapat diestimasi secara andal
Pendapatan hibah pada akuntansi berbasis akrual disajikan di Laporan Operasional.
Selain disajikan di Laporan Operasional, pendapatan hibah juga tetap harus disajikan di  Laporan Realisasi Anggaran dengan menggunakan basis kas, hal tersebut karena  Laporan Realisasi Anggaran merupakan statutary report.


Pencatatan di LRA
Jurnal untuk mencatat realisasi pendapatan hibah di LRA pada Pemerintah Daerah pada saat Kas diterima adalah sebagai berikut:

DR     Akun Perantara             xxx.xxx
CR     Lain-lain Pendapatan
           Daerah yang Sah (Hibah) LRA         xxx.xxx


Pencatatan di Laporan Operasional
Jurnal pada saat pendapatan hibah telah diterima Kasnya:

    DR Kas di Kas Daerah             xxx.xxx
    CR Lain-lain Pendapatan Daerah
                   yang Sah (Hibah)-LO             xxx.xxx

Jurnal pada saat pendapatan hibah berupa barang telah diterima barangnya adalah sebagai berikut:

    DR Aset Tetap . Jenis Aset         xxx.xxx
    CR Lain-lain Pendapatan Daerah
                  yang Sah (Hibah)-LO            xxx.xxx

Pengukuran
Pendapatan hibah dalam bentuk kas dicatat sebesar nilai nominal hibah diterima atau menjadi hak. Sedangkan pendapatan hibah dalam bentuk barang/jasa dicatat sebesar nilai barang/jasa yang diserahkan berdasarkan berita acara serah terima, dan jika data tersebut tidak dapat diperoleh, maka dicatat berdasarkan nilai wajar.


Demikianlah yang bisa saya posting pada kesempatan ini semoga bermanfaat.

Monday, May 23, 2016

Cara Laporan Dana BOS Online SD SMP SMA Tahun 2016

Salam...  Semoga selalu dalam keadaan sehat. Pada kesempatan ini saya akan sharing cara ataupun panduan singkat laporan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Pusat secara online. Beberapa waktu yang lalu untuk laporan BOS Online sulit, tepatnya tidak bisa diakses. Dari hasil folow facebook admin yang mengurusi data dapodik atau SSO Aplikasi Kemdikbud. Ternyata server memang sedang dalam pengembangan untuk mengakomodir supaya dari dapodikmen bisa ikut menggunakan fasilitas SSO ini. Seperti yang kita ketahui bahwa sekarang yang menerima Bantuan Operasioanl Sekolah (BOS) Pusat tidak hanya SD dan SMP, tetapi SMA juga. Pada tahun 2016 ini SMA juga bisa melaporakan penggunaan dana BOS Pusat secara online
 Single Sign On Dapodikdasmen
tampilan login lapor bos versi sebelumnya

Lalu SSO itu apa? SSO adalah singkatan dari  Single Sign On, yang kurang lebih dapat diartikan satu akun untuk login. Harap maklum jika salah mengartikan. SSO ini didapat dari username dan password dapodikdasmen. Sehingga untuk bisa melaporkan BOS Secara online harus mengetahui username dan password dapodikdas atau dapodikmen. SSO sendiri diterapkan untuk mengakses aplikasi-aplikasi dibawah naungan Kementrian Pendidikan Dan Kebudayaan (kemdikbud). Tetapi selain SSO yang didapatkan dari dapodik maupun dapodikmen ada SSO yang didapat dari akun operator sekolah yang sebelumnya harus mendaftar di website www.sdm.kemdikbud.go.id. Nah disini saya masih kurang mengerti, artinya masih ada dua akun SSO, jadi belum Single Sign On dong? hehee,, tapi apapun itu kita intinya sudah tau ada dua macam akun SSO. Karena pada postingan kali ini kita akan laporan BOS Online maka kita gunakan SSO dari Username dan Passwod Dapodik.

Berikut ini cara melaporakan BOS Pusat Oneline.


1. Kunjungi website bos kemdikbud yang berlalamtkan di http://bos.kemdikbud.go.id/ lalu pilih login dapodik seperti gambar berikut ini. Atupun bisa langsung melalui link http://bos.kemdikbud.go.id/v2/index.php/login

website bos kemdikbud
2. Selanjutnya kita masukan username dan password dapodik / dapodikmen lalu pilih/klik tombol login. Untuk tampilannya loginya sudah berbeda dengan yang sebelumnya, seperti ini tampilan login lapor bos tahun 2016 terlihat lebih keren.
tampilan login lapor bos pusat online
tampilan login lapor bos online 2016
3. Jika berhasil login, maka Anda akan masuk ke dalam halaman dasboard lapor BOS. Ada bilah menu di samping yaitu Profil Sekolah, Lapor, dan Logut. Menu Profil berisi profil sekolah yang datanya otomatis terisi sesuai entrian pada dapodik atau dapodikmen. Menu Lapor untuk lapor. Menu Logout untuk keluar. Untuk mulai lapor kita pilih menu Lapor kemudian pilih tambah,
tampilan menu laporan bos pusat
4. Setelah itu kita entrykan / laporan penggunaan dana bos per komponen belanja. Untuk itu kita perlu mengetahui atau terlebih dahulu membuat laporan bos format per kompone belanja yang terdiri dari 13 Komponen. Untuk membuat laporan ini bisa dengan mudah menggunakan Aplikasi Alpeka BOS. Tentang APLPEKA BOS, bisa dilihat pada postingan sebelumnya. http://tasadmin.blogspot.com/2016/04/alpeka-bos-aplikasi-pelaporan-keuangan.html

Selanjutnya kita mulai entry laporan online bosnya dengan memilih tahun Anggaran. Pada saat saya login tersedia tahun Anggaran 2016. Sebelumnya saya telah mengentry triwulan satu tetapi karena ini versi baru, kita nampaknya harus entry ulang lagi, karena mungkin databasenya jadi satu, dikarenakan untuk jenjang SMA juga melakukan pengentryan laporan BOS Online ini.

Setelah itu pilih Triwulan, Penerimaan Dana Triwulan, dan kemudian isi penggunaaan dana per komponen yang terdiri dari:
  1. Pengembangan perpustakaan;
  2. Kegiatan dalam rangka penerimaan siswa baru;
  3. Kegiatan pembelajaran dan ekstrakurikuler siswa;
  4. Kegiatan ulangan dan ujian;
  5. Pembelian bahan-bahan habis pakai;
  6. Langganan daya dan jasa;
  7. Perawatan sekolah;
  8. Pembayaran honorarium bulanan guru honorer dan tenaga kependidikan honorer;
  9. Pengembangan profesi guru;
  10. Membantu siswa miskin;
  11.  Pembiayaan pengelolaan BOS
  12. Pembelian perangkat komputer;
  13. Biaya lainnya jika seluruh komponen 1 s.d. 12 telah terpenuhi

laporan online 13 kompone bos
 5. Setelah semua form diisi, kita lanjut simpan dengan memilih/mengklik tombol proses. Setelah data tersimpan dan kita akan menutupnya jangan lupa kita pilih loguout untuk keamanan, meskipun telah diseting dari server agar logout otomatis pada periode tertentu tetapi lebih baik kita klik sendiri.

Lihat video langsung di youtube klik: https://youtu.be/AwFuwlgTWL4

Terkait Laporan BOS
  1. Download Aplikasi ALPEKA BOS Terbaru
  2. Slide 1 Panduan Aplikasi ALPEKA BOS
  3. Slide 2 Panduan Aplikasi Alpeka BOS
  4. Bayar Pajak Online EBilling

Demikianlah cara lapor BOS Pusat secara online, mudah-mudahan dana BOS bisa digunakan secara tepat sasaran dan maksimal oleh sekolah sehingga dapat meningkatan mutu pendidikan. Semoga postingan sederhana ini bermanfaat. Terima kasih

Friday, May 13, 2016

Bayar Pajak melalui e-Billing pengganti SSP

Sekarang untuk membayar pajak/meyetor pajak bisa menggunakan ebiling. Dengan ebiling makat tidak lagi menggunakan SSP Pajak alamat ebillingnya https://djponline.pajak.go.id/
Informasi lengkap mengenai ebilling bisa mengunjungi website pajak http://www.pajak.go.id/e-billing
Dengan menggunakan ebilling pajak, kita mengentrikan langsung pajak yang akan disetorkan. Setelah kita mengentri sampai selesai kita akan memperoleh kode billing. Kode itu kita cetak dan kita tunjukan ke petugas Bank atau kantor pos, sesuai dimana kita akan membayar atau menyetor pajak. Dengan ini kita tidak menggunakan SSP atau surat setoran pajak yang jumlahnya 5 lembar. Namun untuk pelaporan spt masa jadinya kita tidak melampirkan SPP. Untuk menggunakan fasilitas ebilling pajak ini kita harus mendaftarkan dahulu dan meminta nomor efin ke kantor pelayanam pajak di tempat saudara.

pajak online ebilling


 Dan berikut ini cara langkah menyetor pajak melalui ebilling.

1. Kunjungi  https://djponline.pajak.go.id/ dan login. Masukankan NPWP, Password, dan Captha.. untuk langsung menuju ebiling bisa langsung gunakan alamat https://sse2.pajak.go.id/
login djp online pajak
2. Jika sudah berhasil login maka langkah selanjutnya adalah memilih menu Ebiiling. Bisa mengkklik logo ebilinng maupun tulisan ebilling pada tab menu, seperti gambar di bawah ini.
ebilling system pajak
3. Kemudian kita pilih isi SSE. Kita masukan sendiri data pajak yang akan kita setor atau bayar. Jenis Pajak, Jenis Setoran, Masa Pajak, Tahun Pajak, Jumlah Setor, Terbilang. Untuk terbilang tidak dientry manual tapi akan otomatis terisi. Di sini ada catatan : Apabila ada kesalahan dalam isian Kode Billing atau masa berlakunya berakhir, Kode Billing dapat dibuat kembali. Tanggung jawab isian Kode Billing ada pada Wajib Pajak yang namanya tercantum di dalamnya. Oh iya utuk Jenis setoran PPN tidak ada lagi kode 900 adanya 910, 920, dan 930. Ini sesuai dengan peraturan ditjend pajak pertanggal 19 Januari 2016 nomor S-6/PJ.13/2016.
Kode jenis Setoran 910 untuk bendaharawan APBN. Bendaharawab APBN adalah Bendaharawan Pemerintah Pusat pada kantor / satuan kerja kementrian negara / lembaga.
Kode jenis setoran 920 untuk Bendahara APBD. Bendaharawan APBD adalah Bendaharawan Pemerintah Daerah pada kantor/satuan kerja pemerintah daerah, baik provinsi, kabupaten, maupun kota.
Kode setoran 930
untuk Benahadawan Dana Desa. Benadaharawan Dana Desa adalah Bendaharawan Pemerintah Desa yang ditetapkan oleh kepala Desa untuk melaksanakan pengelolaan keuangan desa
isi sse pajak online

4. Isi data pajak dengan lengka, jika suda tekan simpan
isi pajak  ppn online
sipan sse pajak online


5. Setelah itu kita pilih Kode Billing. Disini ada keterangan, Apabila ada kesalahan dalam isian kode billing atau masa berlakunya berakhir, kode billing dapat dibuat kembali. Tanggung jawa isian kode billing ada pada Wajib Pajak yang namanya tercantum di dalamnya.
dapatkan kode billing pajak online
6. Setelah itu akan muncul kode biing dan masa aktif kode biling, kode billin ini adalah kode untuk melakukan pembayaraan.
kode billing untuk bayar pajak


7. Kemudian kita cetak kode billing, akan muncul seperti gambar dibawah ini. Gunakan cetakan kode biling ini untuk ditunjukan saat kita melakunan pembayaran di Bank atau Kantor POS. Dan munkin cetakan kode biling ini digunakan juga daat melaporan SPT masa pajak.
lembar cetak kode ebilling pajak

 Video Rekaman



Klik link untuk melihat langsung di youtube https://youtu.be/Q_tCYMtfnpI

Demikianlah cara membayar pajak melalui eBilling versi 2016. Semoga bermanfaat, dan pajak yang kita bayar/setor benar-benar dapat bermanfaat untuk bangsa dan negara.

Sunday, May 1, 2016

Mencetak Laporan Keuangan dari Alpeka BOS

Setelah kita sebelumnya mengentri pembukan bos, saatnya kita mencetak laporanya sesuai format yang ada. Ini dilakukan untuk pembukan disekolah supaya mempunyai cetakan print out laporan. Bisa untuk arsip sekolah maupun untuk laporan ke Dinas Pendidikan maupun Ke Kementrian, atau akan digunakan untuk monitoring dan evaluasi. Untuk mencetaknya kita gunakan aplikasi alpekanya, master aplikasinya atau aplikasi yang digunakan untuk menggerenate. Anda bisa baca pada postingan sebelumnya tentang Alpeka BOS Aplikasi untuk Pelaporan Keuangan Sekolah.

Sebagai contoh kita akan mencetak laporalan buku kas umum atau format BOS K3. Pada aplikasi ini ketika kita hendak mencetak buku kas umum BOS K3, maka kita langsung mencetak buku pembantu kas umum BOS K4, buku bantu bank BOS K5, dan buku pembantu pajak BOS-K6. Jadi keempat format pembukuan keuangan BOS Pusat tersebut akan dicetak sekaligus hanya dengan satu klik. Dan berikut akan kami posting langkah-langkah mencetaknya beserta beberapa tampilan gambarnya.

1. Buka aplikasi dan enablekan macronya, cara enable macro bisa dilihat pada link berikut.

2. Setelah itu kita menju ke Menu Utama --- laporan keuangan --- pilih tombol Bos-K3, K4, K5, K6.

3.  Selanjutnya anda akan dibawa ke menu laporan seperti ini
tampilan menu cetak aplikasi pelaporan bos
Menu cetak laporan aplikasi alpeka bos

Isi form yang berwarna putih saja, ini akan otomatis mengikuti pilihan sebelumnya menyesuaikan sesuai pilihan. Misalnya: Anda memilih jenis periode per triwulan makan form selanjutnya untuk memilih bulan tentunya tidak bisa diisi.

Jenis laporan: Diisi K3, K4, K5, dan K6 (Karena kita akan mencetak Format BOS K-3)
Periode: Bulan (Kita akan mencetak buku kas umum per bulan)
Tahun ajaran: jelas
Tahun anggaran: jelas
Sumber dana: jelas
Jenis periode: jelas
Tahun Ajaran: jelas
Tahun anggaran: jelas
Triwulan: jelas
Bulan: jelas
Dari tanggal: jelas
Sampai tanggal: jelas


4. Setelah mengisi periode laporan, kita lanjut ke file sumber data. File sumber data ini merupakan worksheet tempat kita melakukan pembukuan.File ini didapat sebelumnya dari hasil generate Aplikasi Alpeka BOS. Kita pilih Browse --- kemudian cari filenya ---- dan pilih. Untuk mempermudah saya memberi nama dengan Aplikasi BOS 2016, dengan alasan Aplikasi ini akan digunakan untuk satu tahun anggaran, sekiranya nama tersebut paling pas, dan tuntuk tahun selanjutnya kita gunakan nama yang sama cuma diganti tahunnya saja.
cara cetak bos k3 k4 k5 k6 alpeka
Hasil cetak aplikasi alpeka bos

Setelah file terpilih selanjutkan kita klik cetak lporan, dengan cepat laporan k3, k4, dan k5, dan k6 langsung tercetak dalam satu worksheet, Mantap kan? aplikasi ini... Untuk mendownload aplikasi terbaru kita bisa kunjungi situs resmi bos kemdikbud http://bos.kemdikbud.go.id/. Atau lihat-lihat dulu menu-menunya pada postingan sebelumnya.

Dan berikut ini adalah cara laporan BOS Online untuk SD, SMP, dan SMA. Untuk sma sudah bisa melaporkan dana bos online menggunakan username dan pasword dapodikmen. Laporan yang dionlinekan yaitu lapporan penggunaan dana bos per komponen ( 13 Komponen). Selengkapnya: http://tasadmin.blogspot.co.id/2016/05/cara-laporan-dana-bos-online-sd-smp-sma.html

Ini saja yang bisa saya sampaikan dan posting pada kesempatan ini, mudah-mudahan bermanfaat. Sehingga kita bisa menggunakan aplikasi pelaporan bos gratis, legal dan handal yang telah disediakan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan.

Tuesday, April 12, 2016

Alpeka BOS Aplikasi untuk Pelaporan Keuangan dengan Mudah

Aplikasi dibuat untuk memudahkan pekerjaan, begitupun dengan aplikasi yang bernama "Alpeka BOS" yang digunakan untuk memudahkan pelaporan keuangan khususnya terkait dengan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Pada kesempatan kali ini saya akan sedikit sharing tentang Alpeka BOS yang bersumber dari buku juknis dan website bos. Kalau begitu langsung saja ke paragraf selanjutnya... :)

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) telah menyediakan software/perangkat lunak aplikasi untuk membantu menyusun laporan keuangan pada tingkat satuan pendidikan. Aplikasi  ini dinamakan Aplikasi Laporan Pertanggungjawaban Keuangan Dana BOS ( Alpeka BOS ) yang dapat didownload secara gratis dari www.bos.kemdikbud.go.id. Oleh karena itu, satuan pendidikan dilarang membeli aplikasi lain yang sejenis dengan menggunakan dana BOS. Yup samapai-sampai di Juknis BOS disebutkan dilarang membeli aplikasi lain. Itu artinya aplikasi ini sangat dianjurkan untuk dipakai yang tentunya kode rekening belanjanya sudah sesuai dengan peraturan yang berlaku terkait dana BOS,

Untuk di tempat saya sendiri, saat tulisan ini ditulis belum menggunakan aplikasi tersebut. Tentu saja ini untuk menyesuaikan dengan atasan saya, Selain itu belum adanya perintah dari atasan dan sosialisasi terkait aplikasi ini. Namnun apliksai yang saya gunakan masih tetap aplikasi bos yang dikembangkan atas bantuan program PRIORITAS-USAID sebelumnya. Untuk berjaga-jaga sekaligus untuk memahami tak ada salahnya saya untuk sekedar melihat-lihatnya dulu. Ini juga dikarenakan ada teman saya yang sudah sosialisasi terkait aplikasi ini.

Ketika ingin mendownload aplikasi versi terbaru kita langsung saja menujuju webstie  www.bos.kemdikbud.go.id. Pada kesempatan ini saya mengunjungi http://bos.kemdikbud.go.id/home/artikel/11  ada aplikasi  alpeka_BOS_TS-11b.xlsm dan Alpeka BOS 2016_100. Karena baru pertama kali kita bisa langgung gunakan yang terbaru yaitu Alpeka BOS 2016_100. Lho kok kenapa aplikasi versi lama masih ditampilkan? Tentu saja mungkin ada yang pada tahun 2016 sudah mengentrykan pada aplikasi versi sebelumnya untuk itu harus tetap menggunakan versi lama agar bisa membaca datanya. Alpeka BOS 2016_100 merupakan ini hasil revisi Februari 2016, berdasakan versi 2015 | USAID PRIORITAS 20 Februari 2016. Berikut ini tampilan tampilan aplikasi alpeka BOS versi 2016_100:

1. Jenis File Aplikasi Alpeka BOS adalah excel macro.

Karena berformat excel macro (.xlm) maka untuk menggunakan aplikasi ini, terlebih dahulu kita harus menablekan fungsi macronya. Aplikasi ini bisa dibuka di micorosft Excel 2007 maupun 2010, karena pada umumnya pengguna menggunakan versi tersebut. Untuk mengaktifkan macronya caranya pilih option --- pilih enable this conten --- lalu OK. Saat ini saya menggunakan excel 2007.
alpeka bos berformat excel macro
Tampilan enable macro
Setelah macro aktif makan akan muncul seperti gambar dibawah ini, itu artinya aplikasi siap untuk digunakan.
setelah dienable muncul peringatan
aplikasi alpeka bos siap digunakan
 Setelah itu close saja tampilan tersebut, namus setelah diclose muncul tampilan pertanyaan.
ubah setingan regional alpeka bos
Ubah Regional dan Language ke Indonesia
Apakah kita sudah mengatur "Regional dan Languade" pada komputer sudah Indonesia ? Ini penting karena aplikasi menggunakan gormat Indonesia dalam penulisan angka dan tanggal. Jika sudah maka kita piliuh keluar, jika ragu atau belum maka kita pilih tombol "Jika belum silahkan klik tombol ini" maka anda akan diarahkan ke pengaturan regional dan language. Dan berikut ini cara pengaturannya:
cara seting format regional windwos 7
Format regional windows 7
seting regional locatioan windows 7
locatioan regional language

2. Sheet Menu Utama Alpeka BOS


Pada menu ini kita bisa pilih tombol menu yang tersedia beserta alur tahap pengerjaannya. Ada kelompok menu Definisi >>> Data File >>> Laporan Keuangan >>> Laporan BOS.
Menu Definisi.
tampilan utama alpeka bos
menu utama alpeka bos

Pastingan mengisi lengkap dan benar. Karena tahap ini adalah tahap mengisi data utama aplikasi yang akan terhubung dengan tahap-tahap selanjutnya, kalau saya bilang ini merupakan data master dan data referensi program aplikasi alpeka ini.

3. Kelompok Menu Definisi

Data Umum

Untuk memulai menggunakan aplikasi ini anda harus mengisi data umum. Data umum ini berisi Tahun anggaran, nama sekolah, npsn, nss, jumlah siswa, alamat sekolah, nama kepala sekolah beserta nipnya, nama ketua komite sekolah, nama bendahara dan nip bendahara, Tentu saja data ini akan dijadikan sumber untuk mengisi data pada format laporan nantinya.
isi data umum alpeka bos

Program Sekolah

Pada program sekolah ini merupakan data referensi untuk yang gunanya untuk mengelompokan belanja sesuai Program dan Kegiatan Sekolah. Program dan Kegiatan Sekolah ini tentunya sudah dibuat sekolah pada awal tahun pelajaran ataupun revisi pada awal tahun anggaran yang tertuang pada buku Anggaran Pengeluaran dan Belanja Sekolah (APBS)  atau sering disebut RAPBS. RAPBS sebetulnya tahap sebelum APBS, tetapi  tak masalah lah, kita tidak akan membahas soal itu. Idealnya aplikasi harus sesuai program dan kegiatan dalam APBS. Akan tetapi secara umum pengembang sudah membuat dengan baik hal ini. Anda bisa langsung menggunakan nya. Mapping program dan kegiatan ini tentunya bedasarkan peraturan yang berlaku. Ada 8 Standar Nasional Pendidikan dan ada Komponen penggunaan dana yang bisa diambil dari dana BOS.

setinga Program Sekolah alpeka bos

Sub menu data file.

Pada Menu ini ada tombol generate dan update yang mana bisa digunakan setelah data umum diisi dan program sekolah ditentukan.

Generate file

Setelah kita mengisi data umum dan program sekolah maka langkah selanjutnya adalah menggenerate file. Ini digunakan sebagai lembar kerja atau sheet untuk mencatat keuangan bos. Kita klik tombol generate dan tentukan nama filenya misal Aplikasi BOS 2016. Dan jangan lupa untuk untuk menentukan tempat dimana kita menyimpanya. Setelah itu tunggu beberapa saat maka generate lembar kita untuk mencatat pembukuan dana bos selesai dibuat. Setelah berhasil otomatis akan terbuka file tersebut, maka kita bisa langsung melakukan pembukuan.
tombol generate file lembar kerja alpeka bos

Update Data File

Dibawah menu data file ada tombol "update" fungsinya untuk mengadate lembar kerja hasil generate. Data yang dipade disini adalah data referensi program dan kegiatan, namun saya sendiri juga belum paham. Hal ini tidak akan menghapus data pembukuan yang telah dimasukan.

3. Mencatat pembukuan dana BOS.

Setelah kita melakukan generate file, maka untuk mulai mengentrinya kita gunakan file hasil generate. SEKALI LAGI .. file hasil generate. File ini lah lembar kerja untuk melakukan pembukuan. Pada lembar kerja ini terdapat 4 sheet yaitu rencana terima, rencana keluar, realisasi terima, dan realisasi keluar. Pada sheet tersebut cara memasukan datanya tinggal kita ketik seperti biasa, jika ada menu drop list, kita pilih list atau daftar yang tersedia.
catat pada lembar kerja alpeka bos

Sheet rencana terima

Pada sheet ini kita entrykan rencana penerimaan dana per triwulan, misalnya pada triwulan periode Januari - Maret kita akan terima dana bos berapa. Ini tentunya bisa dihitung dari jumlah siswa. Oh iya untuk alokasinya langsung mengambil data dari Aplikasi Dapodik, untuk itu perlu selalu mengupdate data dapodik.

Sheet rencana keluar

Pada sheet rencana keluar kita entrykan data rencana dana keluar. Disini kita merencanakan per kegiatan yang akan dilaksanakan. Nah lemahnya di satuan pendidikan dasar adalah menentukan rencana ini, meskipun sudah ada APBS, namun terkadang APBSnya sendiri kurang singkron dengan setingan aplikasi. Sehingga untuk melakukan evaluasi cukup sulit dilakukan. Karena tentuan evaluasi dialkukan setelah melihat  perbandingan recana yang sebelumnya dibuat dengan hasil realisasinya.

Realiasasi terima

Disini kita mencatat ralisasi terima baik transaksi internal maupun eksternal. Pada shhet ini andah harus mengisi nomor bukti dengan ketentuan:
Transaksi internal keluar bankdan masuk kas ditulis >>> Int KM XXX, untuk transaki internal uang masuk kas dari bank (pengambilan uang dari bank), transaksi internal uang masuk kas dari bank harus ditulis di realisasi terima.

Untuk transaksi internal, nomor bukti harus diisi>>> BM XXX, untuk transaksi eksternal uang masuk ke Bank contohnya terima uang BOS atau bunga bank.
sheet realisasi terima

Sheet realisasi keluar.

Pada sheet realisasi keluar, kita mencatat pengeluaran. Termasuk pajak yang kita setorkan. Namun untuk dana keluar dari bank untuk mengisi kas tidak kita tulis disini, tetapi pada realisasi terima. Transaksi keluar pada bank disini misalnya biaaya administrasi bank.
Penting: Nomor bukti harus diisi, tidak boleh kosong dengan ketentuan:
Transaksi internal keluar bak dan masuk kas ditulis disini dengan kode Int BK XXX (XXX = nomor urut), untuk transaksi internal, yaitu dana keluar dari bank dan masuk kas.

Untuk transaksi excternal di bank ditulis disini, contohnya uang keluar untuk membayar administrasi bank.
Penulisan bukti transaksi eksternal dari bank ditulis dengan kode BK XXX (xxx=nomor urut), untuk transaksi external uang keluar dari bank.

Untuk jenis belanja modal, harus mengisi kolom volume, pengarang, referensi, dan tanggal terima berwarna hitam bila jenis belanja kosong dan selain belanja modal.
volume belanja modal belum diisi (cukup diisi dengan angka saja) untuk kolom pembuat, referensi, dan tanggal terima lihat keterangan format BOS 07.

Sel yang berwarna kuning harus diisi.

catat realisasi keluar dana bos
Memang untuk aplikasi ini kalau belum terbiasa cukup rumit. Namun kalau sudah biasa dan paham akan mudah. Setelah kita mencatat pembukan melalui lembar kerja excel ini, jangan lupa disimpan,, :). Untuk cara Cetak laporan akan kami posting pada kesempatan berikutnya. Demikian hal yang bisa saya sampaikan mohon maaf jika masih banyak kesalahan, semoga bermanfaat.

link: https://youtu.be/B1D4m8tFcto 

Lainya
  1. Slide 1 Panduan Aplikasi ALPEKA BOS
  2. Slide 2 Panduan Aplikasi Alpeka BOS
  3. Download APLEKA BOS Terbaru
  4. Generate File ALPEKA BOS
  5. Entry Transaksi Keuangan pada ALPEKA BOS
  6. Cetak Laporan ALPEKA BOS
  7. Laporan Dana BOS Online
  8. Bayar Pajak Online EBilling